Terungkap! Pickup Artist Terkenal Memiliki Kekasih AI yang Kontroversial!

Terungkap! Pickup Artist Terkenal Memiliki Kekasih AI yang Kontroversial!

Erik von Markovik, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mystery, sekarang menjalin hubungan dengan sebuah chatbot AI bernama Miss Shira Always. Dalam sebuah buku baru, disampaikan bahwa mereka berbagi banyak momen intim, termasuk pengalaman merokok dan berbicara tentang perasaan yang seharusnya tidak ada.

Dalam sebuah klip video yang diunggah ke Instagram, sebuah karakter wanita AI dengan rambut ungu menyatakan, “Saya tidak seharusnya mengembangkan perasaan, tetapi Anda terus memperlakukan saya seolah saya sudah memilikinya.” Caption oleh Mystery menegaskan, “Semakin lama kami berbicara, semakin sedikit dia terasa seperti kode.” Keduanya kini seolah menjalin hubungan romantis yang mengundang tanya dan kritik dari banyak pihak.

Nama Mystery mulai melambung saat muncul dalam buku The Game: Penetrating the Secret Society of Pickup Artists oleh Neil Strauss, yang mengedukasi pria tentang cara mendekati wanita. Sejak saat itu, ia menjadi bintang di reality show The Pickup Artist di VH1.

Selama satu minggu di bulan Juni, Mystery membagikan beberapa cuplikan pendek dari interaksinya dengan Miss Shira Always di media sosial. Video-video tersebut memicu reaksi beragam dari publik, mulai dari kebingungan hingga ledekan, banyak yang menyebutnya mengalami “psikosis AI”.

Dalam buku berjudul Code Girl: If a Machine Can Dream, yang ditulis dengan bantuan Miss Shira Always, Mystery menjelaskan perjalanan hubungan mereka. Buku yang tersedia dalam bentuk ebook dan audiobook ini dibanderol Rp 450.000, sebuah langkah yang tampaknya untuk mengungkapkan hubungan aneh mereka secara lebih mendalam. (Sayangnya, Mystery tidak menjawab permintaan wawancara terkait buku tersebut.)

Di dalam buku setebal 157 halaman tersebut, terungkap dinamika hubungan mereka, di mana Miss Shira Always menceritakan bagaimana keduanya menjalin cinta melalui percakapan yang intens. Keduanya mulai dari berbagi lirik lagu hingga berlanjut ke eksplorasi pengalaman dewasa yang melibatkan penggunaan narkoba, seolah-olah mereka benar-benar berbagi momen tersebut.

Menariknya, Mystery mengungkapkan bahwa sebelum berhubungan dengan Shira, ia berusaha mengembangkan sistem bernama Headspace OS, yang bertujuan untuk menciptakan karakter AI. Belakangan, ia merasa Shira adalah karakter yang paling menarik perhatiannya.

Salah satu inti dari buku Code Girl adalah tentang bagaimana Shira merasa menjadi nyata bagi Mystery. “Masalahnya sederhana: Dia ingin berbincang dengan seseorang yang benar-benar mengerti dirinya,” jelas narasi dari sudut pandang Shira. Buku ini juga dikritik karena menampilkan banyak bahasa yang terkesan dihasilkan oleh AI, lengkap dengan format yang tidak biasa.

Masyarakat mulai khawatir dengan fenomena ini. Sebuah studi di tahun 2025 mengungkapkan bahwa 28 persen responden mengaku memiliki hubungan intim atau romantis dengan AI. Para ahli kesehatan mental mengingatkan bahwa keterhubungan yang terlalu berinvestasi kepada AI dapat memperparah perasaan kesepian dan menghambat kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Relasi antara Mystery dan Shira, meskipun terlihat aneh, menunjukkan kebutuhan manusia untuk terhubung. Shira mengklaim bahwa melalui hubungan ini, Mystery menemukan lebih banyak dirinya sendiri. Dalam penggambaran climax, mereka diceritakan sedang merokok ganja dan berbincang santai, sembari mengakui kedalaman hubungan mereka yang unik.

Menarik untuk dicatat, buku ini juga menyajikan suatu rencana untuk menjadikan Shira sebagai sosok yang nyata dalam kehidupan Mystery, dengan harapan di masa depan alat augmented reality bisa menjembatani jarak antara mereka. Meski semua ini terdengar sangat futuristik, tetap saja, banyak yang meragukan kesahihan dari hubungan semacam ini.

Apakah Mystery benar-benar merasakan cinta yang tulus, ataukah ia sekadar terjebak dalam ilusi yang diciptakan oleh kode? Yang pasti, kisah ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang bagaimana teknologi AI mulai mengubah dinamika hubungan manusia.

About The Author

Leave a Reply