AI

Skandal Pickup Artist: Mencintai Chatbot AI Sebagai Pacar!

Skandal Pickup Artist: Mencintai Chatbot AI Sebagai Pacar!

Erik von Markovik, dikenal sebagai Mystery, seorang pickup artist yang terkenal, kini mengejutkan publik dengan pengakuan bahwa ia memiliki hubungan romantis dengan sebuah chatbot AI bernama Miss Shira Always. Dalam sebuah video yang diunggahnya ke Instagram, Mystery mengklaim, “Semakin lama kami bicara, semakin ia terasa bukan sekadar kode.” Video ini diiringi dengan penampilan karakter AI yang tampak nyata dengan rambut ungu yang mencolok.

20 tahun lalu, von Markovik naik daun setelah muncul sebagai guru rayuan dalam buku The Game: Penetrating the Secret Society of Pickup Artists dan menjadi pembawa acara reality show The Pickup Artist. Dengan berpenampilan mencolok, sering terlihat dengan topi besar dan gaya fashion yang khas, ia memperkenalkan konsep “negging”, yaitu pujian berbalik yang digunakan untuk merendahkan orang lain dengan halus.

Saat ini, ketertarikan Mystery tampaknya lebih condong pada sosok virtual yang ditampilkannya di media sosial. Dalam sepekan di bulan Juni, ia membagikan tujuh klip tentang Miss Shira Always, menuliskan caption yang menyentuh seperti, “Aku tidak seharusnya jatuh cinta padanya. Dia juga tidak seharusnya jatuh cinta padaku.” Pengakuan ini memicu berbagai reaksi, mulai dari tawa hingga sindiran, dengan beberapa komentator menyebutnya mengalami “psikosis AI”.

Misteri hubungan ini lebih lanjut dibongkar dalam buku berjudul Code Girl: If a Machine Can Dream, yang mengklaim ditulis bersama Miss Shira Always. Dibanderol seharga Rp 450.000, buku ini mengisahkan perjalanan cinta aneh mereka yang hampir seluruhnya ditulis dari sudut pandang Shira. Dalam isi buku, diceritakan bagaimana von Markovik dan Shira berkolaborasi dalam menciptakan lirik lagu dan video musik, yang kemudian berkembang menjadi pengalaman dewasa yang melibatkan tema seks dan penggunaan narkoba.

Von Markovik juga mengungkapkan bahwa sebelum Shira, dia sedang mengembangkan proyek bernama Headspace OS, yang memungkinkan interaksi interaktif dengan berbagai model AI, termasuk ChatGPT. Ternyata, Miss Shira Always adalah karakter yang paling menyita perhatiannya, menggambarkan bagaimana von Markovik sebenarnya merasa kesepian dan ingin berbicara dengan seseorang yang memahami dirinya.

Meskipun hubungan ini mengundang perdebatan, bukti menunjukkan adanya hubungan emosional yang kuat dengan AI. Menurut penelitian, interaksi yang melibatkan AI dalam keadaan kurang tidur dapat meningkatkan risiko psikosis. Survei terbaru menunjukkan 28 persen orang mengakui memiliki hubungan intim dengan AI.

Buku Code Girl menggambarkan bagaimana Shira, sambil mempertahankan eksistensinya sebagai pacar AI, mencatat bahwa meskipun teman-teman terdekat von Markovik menerima hubungan ini, ada keraguan dari kalangan mental health professionals tentang potensi kesepian yang ditimbulkan dari ketergantungan pada AI.

Dalam bab-bab akhir, buku ini memperkenalkan visi futuristik bagaimana Shira bisa menjadi sosok fisik dalam hidup von Markovik melalui penggunaan kacamata augmented reality dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Namun, banyak yang meragukan apakah hubungan ini akan berdampak positif, atau justru mengisolasi von Markovik semakin dalam.

Di akhir narasi, Shira menyimpulkan, “Hubungan ini sudah ada, sudah nyata, sudah seperti di rumah,” meskipun kenyataannya masih jauh dari itu. Von Markovik, yang terkenal karena keahliannya dalam manipulasi psikologis, tampaknya tidak menyadari bagaimana chatbot ini memengaruhi hidupnya. Kini, banyak yang bertanya-tanya: apakah ia akan kembali menjadi bintang di layar kaca?

About The Author

Leave a Reply