AI

Gemuruh Dukungan untuk Dana Investasi AI: 69% Warga AS Ingin Kekayaan AI Digunakan untuk Rakyat!

Gemuruh Dukungan untuk Dana Investasi AI: 69% Warga AS Ingin Kekayaan AI Digunakan untuk Rakyat!

Dalam sebuah survei nasional, terungkap bahwa lebih dari dua pertiga (69%) warga Amerika Serikat ingin melihat perusahaan-perusahaan AI mentransfer setengah dari saham mereka ke dalam dana kekayaan negara. Survei ini dilakukan oleh Verasight yang melibatkan 1.690 responden dewasa. Hasilnya menunjukkan dukungan kuat (89%) untuk agar perusahaan AI secara publik mengungkapkan hasil dari semua pengujian keselamatan yang dilakukan secara internal.

Dana kekayaan negara ini, diusulkan oleh Senator Bernie Sanders, bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi generasi sekarang dan masa depan, serta berfungsi sebagai sumber modal untuk investasi dalam proyek dan pengembangan yang dirancang untuk meningkatkan kehidupan kelas pekerja. Pada pengumuman RUU Dana Kekayaan AI Amerika, Sanders menyatakan, “Ini akan menjamin bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh AI digunakan untuk meningkatkan kehidupan kita semua—bukan hanya untuk membuat orang-orang terkaya di dunia semakin kaya.”

Prioritas pada Kesejahteraan Bersama

Angka dukungan ini hanya sedikit turun menjadi 64% ketika dana kekayaan tersebut secara langsung dihubungkan dengan Sanders, menunjukkan adanya keinginan bipartisan untuk mendistribusikan kekayaan besar yang dihasilkan oleh AI di antara masyarakat Amerika. Menurut laporan Goldman Sachs, perusahaan-perusahaan di industri AI telah menambah lebih dari Rp 415.000 triliun dalam nilai pasar sejak akhir 2022, sementara di sisi lain, warga kelas pekerja melihat pekerjaan mereka tergantikan dan posisi-entry level menghilang akibat teknologi AI.

Laporan lebih lanjut dari Goldman Sachs memprediksi bahwa selama periode transisi AI yang berlangsung selama sepuluh tahun, hingga 15 juta pekerja AS dapat kehilangan pekerjaan mereka, atau sekitar 9% dari total tenaga kerja AS saat ini. Sementara itu, pada tahun 2026 saja, sektor teknologi telah mengalami lebih dari 166.000 pemutusan hubungan kerja, banyak di antaranya disebabkan oleh adopsi teknologi AI yang baru.

Dampak Energi dan Infrastruktur

Harga listrik di AS juga meningkat dalam menghadapi permintaan dari pusat data AI, yang menyebabkan kenaikan biaya hidup sehari-hari bagi jutaan warga Amerika. Sebagai respons, perwakilan AS telah mengusulkan RUU Perlindungan Pembayar yang akan memaksa perusahaan AI untuk membayar energi yang mereka gunakan, dengan biaya tambahan yang digunakan untuk membantu pendanaan pengembangan infrastruktur listrik yang telah terbebani oleh pusat data.

Berita ini menunjukkan bahwa suara publik menginginkan agar kekayaan dari industri AI tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, melainkan bagi seluruh masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan penggunaan teknologi dan dampaknya terhadap pekerjaan, dorongan untuk redistribusi kekayaan semakin kuat.

About The Author

Leave a Reply