Load Balancing Web Server Sederhana dengan NGINX

7
311

Halo, sahabat teknonesia.com. Sudah lama nih saia tidak menulis di teknonesia.com. Di tulisan saia terbaru kali ini, saia ingin menyampaikan cara membuat Load Balancing Web Server Sederhana dengan NGINX. Kurang lebih maksudnya adalah kita ingin membuat sebuah sistem untuk memungkinkan beban web server di bagi-bagi ke beberapa server. Sehingga, kinerja web server untuk aplikasi atau website yang sahabat teknonesia bangun akan menjadi lebih baik.

Di tulisan kali ini, topologi yang akan kita gunakan adalah sebagai berikut :

load-balancing-web-server-sederhana-dengan-nginx

Jadi, kita akan menggunakan 1 buah Load Balancing Server dengan NGINX dan 3 Web Server, bebas web servernya mau pake apache ataupun pake nginx juga. Anggap domain yang kita pakai adalah test.teknonesia.com.

Tahap 1 : install tiga Web Server yang di isi file website/aplikasinya nanti. Di tulisan kali ini, dianggap sudah selesai ya, saia ndak bahas lagi..  🙂

Tahap 2 : install server Load Balancer, di sini saia pake Ubuntu Server 16.04. dan NGINX.

#sudo apt-get update
#sudo apt-get install nginx -y
#sudo nano /etc/nginx/conf.d/test.teknonesia.com

isi dengan konfigurasi berikut :

upstream test{
server 10.5.5.1;
server 10.5.5.2;
server 10.5.5.3;
}

server {
listen 80;
server_name test.teknonesia.com;
location / {
 proxy_pass http://test;
 }
}

Save & Exit ( CTRL + X, y , Enter )

Lalu restart layanan nginx dengan perintah berikut :

#sudo service nginx restart

Tahap 3: Testing

Pada WS1, WS2 & WS3 kita lihat log dengan perintah sebagai berikut :

ws1#sudo tail -f /var/log/apache2/access
ws2#sudo tail -f /var/log/apache2/access
ws3#sudo tail -f /var/log/apache2/access

Sesambil kita menampilkan log di atas, coba akses halaman test.teknonesia.com dengan refresh terus menerus, dan lihat log access ws1, ws2 dan ws3. Maka, jika akses web server akan bergantian terus menerus, berarti konfigurasi telah berhasil.

PS: Sistem ini tentunya sangat sederhana. Akan lebih baik jika digabungkan sistem failover loadbalancer servernya , seperti menggunakan heartbeat, ucarp, ldirector, dan lain macam sebagainya. Juga masih ada sinkronisasi data web, yang bisa memakai rsync, unison atau malah mount NFS dari sebuah NAS. Mungkin para sahabat teknonesia.com ada koreksi atau bisa berbagi pengalaman-pengalamannya di kolom komentar.

Segini aja artikel tutorial sederhana saia kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat pembaca di teknonesia.com semua.

Salman K

:-)~

SHARE
Previous articleLAB 1 – VERIFY VLAN
Saia adalah seorang sarjana Matematika yang ingin menggeluti dunia IT. Bersama teman-teman yang lain membangun Teknonesia.com ini untuk bersama-sama membentuk sebuah komunitas yang cinta belajar dan berbagi ilmunya kepada siapapun. Untuk sementara ini masih mencari passion untuk di geluti lebih fokus dan fokus :)

7 COMMENTS

  1. saya ingin dua server/komputer saya yang berisi aplikasi berbasis web, bila salah satu servernya mati, server yang lain masih tetap berjalan, hanya pada localhost aja…

    apa aplikasi/website harus kita instal pada kedua server//komputer mas?

LEAVE A REPLY