Konfigurasi VoIP Basic Pada Cisco Router

Wah, kemarin nulis, sekarang nulis lagi, gak apa dah demi kepentingan bersama dan manfaat buat sesama juga. Hehehehe. Okeh tanpa basa-basi dan banyak bacot. Pasti semua dah pernah denger yang namanya VoIP (Voice over Internet Protocol) nah ini dia ni teknologi terbaru telekomunikasi yang beberapa tahun lalu yaitu sejak tahun millenium atau tahun 2000-an. Nah cara kerjanya gimana , menurut buku dan artikel yang ane baca sih, cara kerjanya cukup simple, mengubah suara analog menjadi suara digital begitu pula sebaliknya yang biasa di sebut dengan ADC ataupun DAC.

Nah, pada implementasi ane kali ini , ane menggunakan software simulator “Cisco Packet Tracer”, nah bagi yang sudah ataupun sedang menjalani Cisco Networking Academy pasti sudah familiar banget dengan program simulator yang satu ini. Nah singkat cerita saya sarankan anda sudah cukup familiar dengan program ini, dan juga memahami konsep pengalamatan. Lihat gambar di bawah ini, contoh topologi yang akan dibuat :

Nah siapkan topologi diatas, atau bisa didownload di sini, file saya ini hanya support dengan versi 5.3.3 untuk program simpulatornya bisa di search di google juga banyak dan gratis. Okeh kalau sudah di buka file nya, dan langsung konfigurasinya. Buka Router R-VoIP, tahap pertama yaitu konfigurasi pengalamatan pada interface R-VoIP tersebut, masukkan command di bawah ini :

R-VoIP>enable
R-VoIP#configure terminal
R-VoIP(config)#interface fastethernet 0/0
R-VoIP(config-if)#description Port to SW-VoIP
R-VoIP(config-if)#ip address 192.168.50.254 255.255.255.0
R-VoIP(config-if)#no shutdown
R-VoIP(config-if)#exit

Setelah itu tahap kedua, mengaktifkan DHCP Server pada R-VoIP, lah kenapa harus pakai DHCP, karna pada simulator tersebut IP Phone maupun FXS Device tidak bisa di konfigurasi alamatnya, padahal pada realnya bisa. Makanya kita menggunakan DHCP Server, masukkan command di bawah ini :

R-VoIP(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.50.254
R-VoIP(config)#ip dhcp pool “DHCP for VoIP Device”
R-VoIP(dhcp-config)#network 192.168.50.0 255.255.255.0
R-VoIP(dhcp-config)#default-router 192.168.50.254
R-VoIP(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.50.254
R-VoIP(dhcp-config)#exit

Selanjutnya, mengaktifkan Telephony-Service Pada Router Cisco tersebut, nah telephony-service inilah yang berfungsi sebagai VoIP Server pada router, lanjut, masukkan command di bawah ini :

R-VoIP(config)#telephony-service
R-VoIP(config-telephony)#max-dn 2
R-VoIP(config-telephony)#max-ephones 2
R-VoIP(config-telephony)#ip source-address 192.168.50.254 port 2000
R-VoIP(config-telephony)#auto assign 1 to 2
R-VoIP(config-telephony)#exit

Nah, sampai tahap ini Service VoIP sudah jalan, dan tahap yang terakhir, membuat nomor Extention untuk Tiap Device yang terhubung, karna pada topologi tersebut menggunakan hanya 2 Device untuk saling berkomunikasi, kita hanya perlu 2 Number Extention, okeh jadi untuk lebih jelasnya siapa yang mendapatkan nomor extention , lihat pada topologi, masukkan command di bawah ini :

R-VoIP(config)#ephone-dn 1
R-VoIP(config-ephone-dn)#number 4001
R-VoIP(config-ephone-dn)#exit

R-VoIP(config)#ephone-dn 2
R-VoIP(config-ephone-dn)#number 4002
R-VoIP(config-ephone-dn)#exit

Nah sampai di sini , konfigurasi R-VoIP sudah selesai, selanjutnya, konfigurasi pada SW-VoIP, kita hanya perlu mengatur pada switch tersebut, port mana saya yang terkoneksi pada Switch tersebut lalu buat mode Voice pada tiap portnya., buka switchnya, masukkan command di bawah ini :

SW-VoIP>enable
SW-VoIP#configure terminal
SW-VoIP(config)#interface range fastEthernet 0/1 – fastEthernet 0/2
SW-VoIP(config-if-range)#switchport voice vlan 1
SW-VoIP(config-if-range)#exit

Nah , sampai tahap ini , coba cek tiap telepon sudah dapatkah nomor Extention masing-masing, jika sudah , lakukan komunikasi. Jika konfigurasi benar jika anda menghubungkan Nomor Extention 4001 ke 4002 maka biasanya suara dering telepon akan berbunyi begitu juga sebaliknya. Okeh, jika semua test telah berhasil, saya ucapkan selamat kepada anda, ternyata Configuration VoIP pada router cisco gampang ya, ehehehee. Semoga Artikel Ini bermanfaat buat teman-teman sekalin, Terima Kasih dan Mohon Komentarnya. dan ini file hasil konfigurasi saya yang telah berhasil silaken di download di sini.

7 COMMENTS

  1. Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

LEAVE A REPLY